Skip to main content

(500) days of summer -2009





“This is a story of boy meets girl, but you should know upfront, this is not a love story.”


Kalimat di atas adalah salah satu ucapan narator di awal film. Sebuah kalimat yang membuat aku protes sepanjang film ini berjalan. Namun setelah 90 menit berlalu, aku baru sadar kalau ini bukan sekedar “love story” biasa. This is life story!!

Awalnya ketertarikanku pada film ini Cuma pada kehadiran Chloe Moretz (itu loh.. yang jadi abby di film let me in) sebagai salah satu castnya. Namun di film ini gadis kecil ini tidak dapat peran utama, melainkan Cuma sebagai adik dari “boy” yang diucapkan narator di atas.
“boy” itu sendiri bernama Tom Hansen (diperankan oleh Joseph Gordon-Levitt),  adalah seorang pemuda yang bekerja di perusahaan pembuat kartu ucapan. Ia begitu terobsesi untuk menemukan gadis impiannya. Hingga akhirnya ia begitu yakin telah menemukan cinta sejati setelah ia bertemu dengan seorang “girl”  yang bernama Summer (Zooey Deschanel), seorang gadis yang sama sekali tidak percaya dengan yang namanya cinta dan takdir.
Dibalik perbedaan itu, ternyata keduanya memiliki banyak sekali persamaan. Mulai dari selera musik, film, dll. Kesamaan tersebut membuat mereka dari hari ke hari menjadi semakin dekat.( --bahkan sangat dekat-- ). Tom tetap percaya pada kedekatan mereka dan ingin kepastian status dari hubungan tersebut, namun Summer tetap tidak mau ada ikatan diantara mereka berdua. akhirnya Summer pun menghilang.. begitu mereka bertemu kembali, ternyata Summer sudah akan bertunangan dengan seorang pria, dan kemudian menikah dengannya.. namun akhirnya Summer mengakui kalau ia percaya cinta dan takdir.

Sebenarnya kisah dari film ini biasa saja. Seorang pria bertemu gadis, berkenalan, berpacaran, lalu putus. Namun menjadi sangat istimewa karena sang sutradara  Marc Webb menyajikannya dengan cara yang luar biasa!!
Mengapa luar biasa? Film ini disajikan dengan alur maju-mundur. Bahkan film ini diawali dari hari ke 488. Namun jangan khawatir, film ini tetap mudah dicerna karena di setiap adegan baru selalu diawali dengan tulisan angka harinya. Dengan alur maju mundur justru membuat film ini menjadi sangat menarik, contohnya saja ketika di hari ke 191 ketika Tom dan Summer sedang kencan dan nonton film berdua, tiba tiba saja  adegan langsung meloncat ke hari 314 dimana saat itu tom yang terlihat sangat kusut sedang nonton film sendirian! Suatu perbandingan yang membuat jalan cerita film ini menjadi sangat mengena. Oh iya.. bagian favoritku adalah ketika Tom diundang Summer untuk mengikuti pesta di lantai atap apartemennya. Layar pun terbagi vertikal menjadi 2 dimana sebelah kiri menampilkan Expectation (harapan) Tom dan di kanan adalah Reality  (kenyataan). Lagi lagi Marc Webb menampilkan ironi perbandingan yang sangat menggelitik!

Overall... menurut aku ini film yang sangat bagus. Kalau tidak berlebihan aku ingin menyebut ini sebagai salah satu dari sedikit drama romantis terbaik yang pernah aku tonton.  Sebuah cerita sederhana yang justru malah membuat semuanya terasa sangat dekat dengan kita. Sebuah tontonan ringan namun sangat berbobot. Ini bukan sebuah kisah cinta, namun ini adalah kisah tentang cinta (kira kira inilah yang dimaksudkan narator di awal film)

oh ada satu bagian lagi yang aku suka: Endingnya!!


Hidup ini terus berputar, musimpun akan terus berganti. setelah musim panas (summer) pasti akan hadir musim gugur (autumn). Jangan bersedih atas apa yang telah pergi. Jadikan itu sebagai pelajaran yang berarti  dan mulailah menyiapkan diri atas apa yang akan menanti.


Comments

Popular posts from this blog

Sedikit membedah nikon coolpix p310 beserta hasil fotonya

Beberapa waktu yang lalu saya membeli sebuah kamera saku digital tipe nikon p310 dengan harga 2,4 juta. Mahal atau murah? Tergantung kelasnya sih. Ada harga tentu ada rupa. Fitur yang ditawarkan kamera ini menurut saya pribadi sudah sangat bagus untuk ukuran kamera saku. Dan keseluruhan saya sudah cukup puas dengan kinerja kamera ini. Yah.. walau harus diakui selama beberapa hari pertama saya sempat bingung dengan banyaknya tombol-tombol di body nikon coolpix p310 ini sehingga selama beberapa hari itu juga saya disibukkan dengan hanya membaca buku panduannya. dan (dengan sedikit malu) saya harus mengakui juga kalau sampai tulisan ini dibuat saya belum juga sepenuhnya mengerti dengan semua fitur di kamera ini. Tapi harus diakui, jika diset ke pengaturan auto. semua foto anda pasti akan terlihat bagus. Bahkan dalam situasi minim cahaya pun. dengan tanpa Flash kamera ini bisa menghasilkan gambar yang terang.

Share Pengalaman Transaksi di Lazada

Belanja online sendiri sebenarnya udah bukan pengalaman baru lagi buat aku. Dulu aku pernah membagi pengalaman tentang beli kamera secara online (baca: balada nikon coolpix p310 ) dan sejak saat itu aku sudah berani untuk melakukan pembelian online untuk barang yang nilainya 7 digit, dan alhamdulillah aja sih, ga pernah yang namanya ketipu ataupun juga mengalami keluhan keluhan lain. Ya sambil diliat juga seperti apa penjualnya, kalo kita ragu ragu yang mending ditunda aja dulu hasrat untuk berbelanja onlinenya. Tapi kalo udah ngebet banget juga ya langsung aja pesan. Hehee.. tapi jangan nyalahin aku ya kalo ntar barang yang dibeli ga sesuai ama keinginan atau malah ga dikirim sama sekali. DO IT WITH YOUR OWN RISK. Tapi melalui tulisan ini aku akan mencoba berbagi bagaimana cara berbelanja online yang aman itu.

Sedikit cerita tentang Nikon D90ku

Sedikit berbagi pengalaman nih, hari ini aku resmi jadi pengguna Nikon D90 setelah sebelumnya hanya mencicipi kamera kamera kelas pemula macam D3100 dan juga D5100. Meskipun sebenarnya aku sudah sangat puas dengan kualitas foto yang dihasilkan D5100ku, namun karena pekerjaanku sudah mulai tak terkendali, maka kuputuskan untuk membeli kamera tambahan. Niatnya sih mau sekalian aja D7000 atau D7100 namun apa daya kantong lagi cekak gini. Akhirnya kuputuskan untuk membeli D90 yang meski sudah jadul, namun katanya masih sangat populer di kalangan fotografer.