Skip to main content

Miracle Of giving Fool



Tuhan itu maha adil, tidak ada satupun yang diciptakan-Nya tanpa makna. Apalagi mengenai penciptaan seorang manusia. Andai bisa disuruh memilih, mungkin tidak ada yang mau diciptakan sebagai orang yang idiot. Tapi kenapa Tuhan tetap menciptakan orang  yang idiot? Sekali lagi, tidak ada satupun ciptaan Tuhan itu yang sia-sia. Jika diberi kekurangan dalam satu hal, maka pasti akan diseimbangkan dengan kelebihan di lain hal.
Film Miracle Of Giving Fool (judul koreanya Ba:Bo) mungkin bisa menjadi contoh bahwa kita tidak berhak untuk menghina seseorang atau  menganggap ia tidak berguna meskipun orang itu adalah orang yang Idiot.



Lee Seung Ryong bisa dibilang adalah seorang yang dungu, bodoh, bloon, idiot. Ia memang sering mendapat olok olok dari orang lain karena kebodohannya. Namun dibalik kebodohannya ternyata ia bisa menginspirasi kehidupan beberapa orang disekitarnya.
Apa yang membuat Ryong menjadi istimewa?

Ketulusan...
mungkin itulah yang bisa kita rasakan saat menonton film ini. Ryong sangat menyayangi adiknya, padahal adiknya sendiri sangat membenci dia dan malu mengakui kalau Ryong adalah kakaknya.
Kepolosan...
Ryong tidak pernah berbohong, ia selalu mengatakan yang terjadi dengan apa adanya. Hal itulah yang membuat sahabatnya sangat menghargainya.
Kesetiaan..
Sejak kecil Ryong mengagumi seorang gadis yang gemar bermain piano, ia selalu setia menunggu kedatangan sang gadis, ia selalu setia mendengarkan permainan piano sang gadis dari bawah pohon.
Ketekunan..
Ryong hanya bisa menyanyikan sebuah lagu, hanya bisa membuat satu jenis masakan yaitu roti bakar, dan hanya memiliki satu adik.
Tapi ia bisa membuat semua yang hanya satu itu menjadi bermakna, menjadi berguna bagi orang lain. Karena ia melakukannya dengan sungguh sungguh, dengan penuh ketekunan.

***

Awalnya ketertarikanku pada film ini karena melihat aktor pemeran utamanya adalah Cha Tae Hyeon yang sudah begitu terkenal karena wajah "bodoh" nya itu. Dan aku percaya kalau film yang dia bintangi pasti memiliki "sesuatu" di endingnya nanti.
Hm.. kalo mau nonton, tonton aja ya ^__^
aku nemu bajakannya di sekitar tempat kerja aku. gila men,, kualitasnya bagus banget :D hohohohooo
disana banyak dijual film2 korea yang lain.. hm... ntar deh aku cari lagi. Kalo ada yang ceritanya bagus pasti aku tuliskan lagi disini

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Share Pengalaman Transaksi di Lazada

Belanja online sendiri sebenarnya udah bukan pengalaman baru lagi buat aku. Dulu aku pernah membagi pengalaman tentang beli kamera secara online (baca: balada nikon coolpix p310 ) dan sejak saat itu aku sudah berani untuk melakukan pembelian online untuk barang yang nilainya 7 digit, dan alhamdulillah aja sih, ga pernah yang namanya ketipu ataupun juga mengalami keluhan keluhan lain. Ya sambil diliat juga seperti apa penjualnya, kalo kita ragu ragu yang mending ditunda aja dulu hasrat untuk berbelanja onlinenya. Tapi kalo udah ngebet banget juga ya langsung aja pesan. Hehee.. tapi jangan nyalahin aku ya kalo ntar barang yang dibeli ga sesuai ama keinginan atau malah ga dikirim sama sekali. DO IT WITH YOUR OWN RISK. Tapi melalui tulisan ini aku akan mencoba berbagi bagaimana cara berbelanja online yang aman itu.

Salam 10 Jari dari Bahrain

Sepertinya hampir seluruh rakyat Indonesia sudah mengetahui kalau tadi malam timnas kita mengukir sejarah baru dalam cerita persepakbolaan nasional. Sayangnya kisah yang tertulis bukanlah kisah indah, melainkan kebalikannya. Ya, malam tadi secara memalukan timnas garuda dicukur habis oleh timnas Bahrain 10 gol tanpa balas pada ajang pra piala dunia 2014. Hebatnya, ternyata kekalahan tersebut merupakan kekalahan TERBESAR yang pernah dialami oleh timnas sepanjang sejarah. Sebuah prestasi yang sangat sangat "mengagumkan" ditengah krisisnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja PSSI yang sekarang.

Sedikit cerita tentang Nikon D90ku

Sedikit berbagi pengalaman nih, hari ini aku resmi jadi pengguna Nikon D90 setelah sebelumnya hanya mencicipi kamera kamera kelas pemula macam D3100 dan juga D5100. Meskipun sebenarnya aku sudah sangat puas dengan kualitas foto yang dihasilkan D5100ku, namun karena pekerjaanku sudah mulai tak terkendali, maka kuputuskan untuk membeli kamera tambahan. Niatnya sih mau sekalian aja D7000 atau D7100 namun apa daya kantong lagi cekak gini. Akhirnya kuputuskan untuk membeli D90 yang meski sudah jadul, namun katanya masih sangat populer di kalangan fotografer.