Skip to main content

JNE, Yakin Esok Sampai? ga yakin!

Di era belanja online yang kini sudah semakin membudaya, seharusnya pihak ekspedisi berlomba untuk meningkatkan pelayanannya agar tidak tergeser oleh kompetitor. Tapi sepertinya hal tersebut tidak diprioritaskan oleh salah satu jasa ekpedisi yang sudah cukup lama dan populer, JNE.

JNE sendiri memiliki layanan andalan yaitu YES (Yakin Esok Sampai) dimana mereka menjamin barang yang dikirim pada suatu hari akan sampai ke tujuan keesokan harinya, meski pada hari minggu atau hari libur lainnya (berlaku hanya untuk daerah-daerah tertentu saja). Bahkan mereka berani memberikan jaminan biaya kirim kembali apabila kiriman tidak diterima pada keesokan harinya melewati pukul 23:59



okey, kita langsung ke kasus.
tanggal 9 Oktober 2017 melalui situs jual beli online terpercaya, saya memesan suatu barang yang langsung diproses oleh seller pada pukul 14.30 WIB
secara hitung hitungan, seperti biasa (saya sudah sering menggunakan jasa layanan YES) harusnya paket paling lambat sampai tanggal 10 (keesokan harinya) namun kali ini tidak.

Pukul 20.23 WITA (10 Oktober) saya mendapat telepon dari kurir, memberitahukan bahwa barang tidak bisa diantar malam ini karena pengantaran telah tutup. Tentu saya tidak terima begitu saja, soalnya saya pernah menerima barang di jam yang lebih larut dari itu. Kalau tidak bisa diterima hari ini, berarti layanan ini bukan layanan YES lagi namanya. Lantas bagaimana kalau saya memerlukan barang itu malam ini juga?
Kurir mengatakan kalau saya sangat perlu barang itu, bisa saja mengambil sendiri ke kantor JNE karena kantornya masih buka sampai jam 21.00 WITA

what?
bukannya kita bayar untuk layanan YES ini cukup duduk manis di rumah dan barang akan diantar ya? makanya tarifnya lebih mahal.

Akhirnya saya ngalah aja, gapapa juga kalau barang baru bisa diantar tanggal 11 Oktober 2017, toh saya juga ga perlu-perlu cepat untuk memakai barang itu.

tapi..
yang membuat kesal lagi..

Pagi ini, 11 Oktober 2017. Pukul 07.00 WITA saya iseng aja tracking di situs JNE dengan menggunakan no resi yang diberikan oleh seller.
Namun apa yang tertulis di sana kembali membuat saya kesal.



Di tracking details tertulis bahwa status layanan ini delivered dan telah selesai,  barang telah diterima oleh saya sendiri.

ini apa namanya kalau bukan pembohongan?
Mungkin pihak JNE ingin menghindari komplain terhadap layanan mereka sehingga mencantumkan DATA PALSU pada sistem, agar mereka TERLIHAT SEOLAH TIDAK MELANGGAR PERATURAN LAYANAN. atau bisa jadi ini ulah dari KENAKALAN SANG KURIR yang memalsukan tanda terima saya, karena malas untuk mengantar barang di malam hari.

entahlah...


UPDATE:
11 Oktober pukul 09.02 WITA Akhirnya kurir mengantar barang ke rumah saya.
Dan disini saya tidak diminta untuk tanda tangan sebagai bukti bahwa saya telah menerima barang.

Comments

  1. Finance cash amount 5,000 to 10,000,000 apply now
    Are you in need of Urgent Loan Here no collateral required all problem regarding Loan is solve between a short period of time with a low interest rate of 2% and

    duration more than 20 years what are you waiting for apply now and solve your problem or start a business with Loan paying of various bills I think you have come

    to the right place just email us.

    housingfinance22@gmail.com
    WEBSITE: http://www.indbullsfin.com/index.pyc
    Contact us on whatspp +447513195409
    Mr Osman Ibrahim

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Share Pengalaman Transaksi di Lazada

Belanja online sendiri sebenarnya udah bukan pengalaman baru lagi buat aku. Dulu aku pernah membagi pengalaman tentang beli kamera secara online (baca: balada nikon coolpix p310 ) dan sejak saat itu aku sudah berani untuk melakukan pembelian online untuk barang yang nilainya 7 digit, dan alhamdulillah aja sih, ga pernah yang namanya ketipu ataupun juga mengalami keluhan keluhan lain. Ya sambil diliat juga seperti apa penjualnya, kalo kita ragu ragu yang mending ditunda aja dulu hasrat untuk berbelanja onlinenya. Tapi kalo udah ngebet banget juga ya langsung aja pesan. Hehee.. tapi jangan nyalahin aku ya kalo ntar barang yang dibeli ga sesuai ama keinginan atau malah ga dikirim sama sekali. DO IT WITH YOUR OWN RISK. Tapi melalui tulisan ini aku akan mencoba berbagi bagaimana cara berbelanja online yang aman itu.

Film; hachiko

Hachiko bercerita tentang seekor anjing yang "ditemukan" oleh seorang professor guru musik di stasiun kereta. keduanya memiliki ikatan batin yang sangat kuat. bahkan hatchi, dengan setianya mengantar proffesor yang ingin pergi bekerja setiap hari sampai stasiun, dan kemudian menjemputnya kembali pada pukul 5 sore, saat sang professor pulang. kegiatan rutin itu berlangsung beberapa tahun, hingga pada suatu waktu, saat sedang mengajar, proffesor itu terkena serangan jantung dan langsung meninggal di tempat. sementara itu di stasiun, hachi dengan setianya menanti kedatangan sang professor tersebut. ia tak pernah tau kalau professor,majikan sekaligus sahabatnya itu tidak akan pernah pulang lagi. namun ia terus saja menanti.... setiap hari... setiap jam 5 sore, hachi dengan setia duduk di depan stasiun sampai hampir 10 tahun, sampai ia mati. Cerita hachiko sebenarnya adalah kisah nyata.terjadi di kota Shibuya, Jepang. bahkan di stasiun kereta shibuya, kita akan menemukan p...

Antri Bensin di SPBU? berikut cerita dan tipsnya

Dua minggu terakhir, antrian BBM bersubsidi di SPBU semakin menggila saja. Kadang perlu waktu sampai satu jam mengantri baru aku bisa dapat giliran mengisi bensin. Kondisi tersebut membuat aku belakangan jadi kehilangan gairah untuk jalan-jalan dan menyia-nyiakan bahan bakar motorku untuk tujuan yang tidak begitu penting, Proses pengantrian yang begitu lama sering membuat aku malas untuk ke SPBU dan lebih memilih beli di eceran. meski dengan harga yang lebih mahal tentunya. Pasokan Bahan bakar untuk wilayah Kalsel sepertinya memang sedang dalam kondisi tidak banyak.  Pernah suatu waktu aku melakukan perjalanan dari Martapura-Banjarbaru-Banjarmasin di sore hari. Dalam perjalanan tersebut aku melewati mungkin sekitar 8 atau 9 SPBU.  Sialnya, ternyata semua SPBU yang aku lewati kehabisan stok BBM bersubsidi. Luar biasa! entah ini permainan atau apa, yang pasti untuk kesekian kalinya aku harus membeli di eceran dengan harga yang lebih tinggi 134% dibanding harga resmi di SPB...