Skip to main content

Miracle Of Giving (remake-keajaiban sedekah)



Tuhan, dalam firman-Nya berjanji apabila kita bisa mau berbagi kepada sesama, maka rezeki kita juga akan ditambahkan. Mungkin bagi pemikiran sebagian orang tidak akan begitu saja mempercayainya. Tapi, janji Tuhan itu nyata. tak akan bisa dipikirkan menggunakan logika.

dan aku punya cerita tentang itu:


Di hari itu aku pergi bekerja seperti biasa dengan menggunakan motor bututku. di perjalanan, tepatnya di perempatan jalan. aku menghentikan motorku karena lampu lalulintas menunjukkan warna merah. kulihat petunjuk waktu lampu menunjukkan masih 99 detik lagi untuk berubah jadi hijau. disela waktu menunggu aku melihat seorang nenek nenek penjual kue sedang berjalan di pinggir jalan. aku panggil nenek tersebut dengan maksud membeli kue beliau. beliau mengatakan harganya 500 rupiah. aku beli 1. kuberikan uang sepuluh ribu kepada beliau. beliau mengatakan tidak memiliki uang kembalian yang cukup karena belum banyak kue yang terjual. aku tersenyum, kukatakan kembaliannya buat beliau saja. aku sedekahkan.
mendengar perkataanku, beliau seperti tak dapat menyembunyikan raut kebahagiaan dan kemudian mengucapkan terima kasih berkali-kali.

Di tempat kerja, aku menjalani aktivitas seperti biasa. hingga kemudian ada seorang tamu yang bertanya dimana kamar 301. karena kebetulan lagi mood baik dan tidak ada kerjaan, jadinya aku antar aja beliau sekalian hingga depan pintu kamar. setelah mengucapkan terimakasih, beliau menyelipkan sesuatu ke dalam kantong bajuku. katanya buat beli rokok. akupun mengucapkan terimakasih sambil kemudian berlalu dari sana.
ketika sudah sendirian, aku merogoh kantongku untuk melihat apa yang beliau selipkan tadi. ternyata sebuah kertas, berwarna merah. disana tertulis nilai seratus ribu rupiah. wah, alhamdulillah...

Allah telah berjanji untuk mengganti harta yang kita sedekahkan dengan tidak mengurangi nilainya, bahkan dilebihkan. dalam kasusku, aku mendapatkan hampir sepuluh kali lipat



Baca juga: Keajaiban Sedekah

Comments

  1. PERTAMAX...
    niceeeeee!!!!!
    Makaasiihh kakak :D

    ReplyDelete
  2. Hahaha..
    ayu pertamax trus neh :D
    bila sekali lg pertamax dpt hadiah kna...

    setelah dibaca2 lg, bahasanya terlalu formal lh..
    ngga gue banget deh

    ReplyDelete
  3. OKAAAAYYYY :D bujuranlaaaahhh.......:D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Share Pengalaman Transaksi di Lazada

Belanja online sendiri sebenarnya udah bukan pengalaman baru lagi buat aku. Dulu aku pernah membagi pengalaman tentang beli kamera secara online (baca: balada nikon coolpix p310 ) dan sejak saat itu aku sudah berani untuk melakukan pembelian online untuk barang yang nilainya 7 digit, dan alhamdulillah aja sih, ga pernah yang namanya ketipu ataupun juga mengalami keluhan keluhan lain. Ya sambil diliat juga seperti apa penjualnya, kalo kita ragu ragu yang mending ditunda aja dulu hasrat untuk berbelanja onlinenya. Tapi kalo udah ngebet banget juga ya langsung aja pesan. Hehee.. tapi jangan nyalahin aku ya kalo ntar barang yang dibeli ga sesuai ama keinginan atau malah ga dikirim sama sekali. DO IT WITH YOUR OWN RISK. Tapi melalui tulisan ini aku akan mencoba berbagi bagaimana cara berbelanja online yang aman itu.

Salam 10 Jari dari Bahrain

Sepertinya hampir seluruh rakyat Indonesia sudah mengetahui kalau tadi malam timnas kita mengukir sejarah baru dalam cerita persepakbolaan nasional. Sayangnya kisah yang tertulis bukanlah kisah indah, melainkan kebalikannya. Ya, malam tadi secara memalukan timnas garuda dicukur habis oleh timnas Bahrain 10 gol tanpa balas pada ajang pra piala dunia 2014. Hebatnya, ternyata kekalahan tersebut merupakan kekalahan TERBESAR yang pernah dialami oleh timnas sepanjang sejarah. Sebuah prestasi yang sangat sangat "mengagumkan" ditengah krisisnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja PSSI yang sekarang.

Ayo ke puskesmas!!

Uhuk-uhuk... Udah beberapa hari ini batukku ga sembuh2 juga, padahal udah minum berbagai macam obat yg aku "ambil" d warung.. Merasa terganggu dengan batukku di tengah malam, ibuku memaksa aku untuk pergi berobat ke puskesmas.. Malas sih,, aku paling benci dengan bau obat obatan di puskesmas.. Huek, rasanya tambah sakit kalau mencium bau bau itu,, tapi mengingat kesehatan adalah yang paling utama, jadilah aku berangkat sendiri ke sana.. Hari itu sabtu, entah pukul berapa. banyak sekali pasien yang antri d loket... Rasa malasku timbul lagi. Ingin rasa berbalik kembali ke rumah saja, tapi tanggung ah,, udah jauh2 sampe sini jg. Di depan loket aku bilang saja mau berobat karena batuk, ternyata ibu penjaga loket ini ceriwisnya minta ampun. Aku baru ngomong 1 beliau udah ngejawab 10, aku ingin berobat sbg pasien umum (bayar). Eh, beliau malah memaksa mengisi formulir dan membuatkan kartu anggota supaya berobat gratis.. Yaudahlah, yg penting sembuh. Tp kalau gratis, Alhamduli...