Skip to main content

Indonesia, dan Secercah Asa



Jantung para penonton seakan terhenti, Sang kapten timnas U-23 Malaysia kini bersiap menendang bola. Harapan seluruh penggila bola Indonesia kini tertuju pada sosok Kurnia Meiga. Indonesia kini dalam kondisi tertekan. Jika tendangan sang kapten masuk, maka Penalty shotout ini akan dimenangkan Malaysia. Otomatis pupus sudah harapan timnas Untuk meraih medali Emas Dalam Asian Games tahun itu.
Dan benar saja, meski Meiga sudah berhasil menahan bola. Toh laju sang kulit bundar tak terhenti dan tetap melewati garis gawang. Badrol, sang kapten Malaysia menjadi sosok protagonis dalam drama ini. Sementara Para pemain timnas U23 kita tertunduk lesu, Jutaan pasang mata yang menyaksikan Indonesia di layar kaca pun juga tak ada yang berbahagia. Untuk kesekian kalinya timnas kita dipecundangi Malaysia.

Kekalahan terhadap Malaysia di Asian Games 2011 tersebut adalah pertandingan terakhir yang disaksikan rakyat Indonesia dengan penuh antusias. Pasca lengsernya Nurdin dan naiknya Djohar sebagai ketua umum PSSI, keadaan timnas kita semakin amburadul. Dengan ditolaknya pemain-pemain berkualitas dari ISL (yang dianggap liga ilegal waktu itu) justru membuat kekuatan Timnas menjadi semakin menurun. Puncaknya adalah ketika Timnas dihajar 10 gol tanpa balas saat gelaran pra piala dunia menghadapi Bahrain. Kemunculan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia juga tak membantu, malah semakin memperkeruh keadaan dan memunculkan dualisme. Siapa yang akan jadi korban kekisruhan ini??
Tentu Persepakbolaan negeri kita!!



Rakyat Indonesia semakin bertanya-tanya tatkala Presiden SBY menunjuk Roy Suryo (sosok yang terkenal sebagai pakar telematika) untuk menjabat sebagai Menpora, menggantikan Andi Malarangeng.  PR utama yang harus diselesaikan sang pria berkumis tersebut tentu adalah masalah dualisme. Nada ragu dan sinis pun kian nyaring terdengar dari seluruh pecinta sepakbola. Bagaimanapun, sepakbola dan Telematika itu adalah dua hal yang sama sekali tidak ada hubungannya. Bahkan ada yang berseloroh takut jika nanti nomor punggung pemain diganti dengan IP adress.. Sebuah guyonan yang tentu bernada meragukan sang Menpora anyar.

Namun sejauh ini, peran Menpora tersebut cukup baik. Puncaknya adalah ketika kongres luar biasa PSSI tanggal 17 Maret yang lalu. Masalah dualisme kini sudah bisa teratasi. Yang berarti selangkah maju untuk persatuan Timnas Indonesia. Benar Saja, kini Seluruh pemain Baik itu dari liga IPL maupun ISL sudah boleh membela Timnas. Tidak ada lagi istilah legal atau ilegal. Semuanya harus bersatu, demi prestasi timnas kita.

Meski sempat diwarnai kontroversi pergantian pelatih, namun kembalinya nama nama besar seperti Boaz Salossa, Firman Utina, Ponaryo Astaman, dan yang lainnya cukup untuk menarik animo masyarakat agar kembali mendukung timnas kita. Belum lagi dengan munculnya nama nama baru seperti Sergio Van Djik atau Victor igbonefo. Dipastikan malam minggu nanti bakalan banyak cowok menelantarkan ceweknya untuk menonton Timnas berlaga.

Malam nanti, Indonesia akan menjamu Arab Saudi dalam lanjutan pra piala asia 2015. Di atas kertas maupun dari segi history, Timnas Garuda memang belum sepadan dengan kekuatan arab saudi. Namun semangat Garuda yang terlahir kembali, membawa secercah asa untuk persepakbolaan yang lebih baik. Setidaknya Sayap sayap garuda kini telah seimbang, sudah terlihat kokoh dengan kekuatan penuh. Pun kalau belum mampu terbang tinggi, tak ada yang perlu disesali karena itu sudah diperjuangkan dengan sepenuh hati.

Ayo, ayo ayo.... Indonesia bisa!!
Ayo, ayo, ayo... BANGKIT, BERSATULAH!!!!

Garuda kebanggaanku..
kuyakin malam ini...
Pasti...............
Bermain dengan sepenuh hati.

Comments

  1. ya gitu lah rif.. indonesia always like that.. terimakasih infonya, ada cerita seru loh di www.bukuhidupandre.blogspot.com kalau dah baca gak nyesel deh ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. makasih kunjungannya, salam kenal. :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sedikit membedah nikon coolpix p310 beserta hasil fotonya

Beberapa waktu yang lalu saya membeli sebuah kamera saku digital tipe nikon p310 dengan harga 2,4 juta. Mahal atau murah? Tergantung kelasnya sih. Ada harga tentu ada rupa. Fitur yang ditawarkan kamera ini menurut saya pribadi sudah sangat bagus untuk ukuran kamera saku. Dan keseluruhan saya sudah cukup puas dengan kinerja kamera ini. Yah.. walau harus diakui selama beberapa hari pertama saya sempat bingung dengan banyaknya tombol-tombol di body nikon coolpix p310 ini sehingga selama beberapa hari itu juga saya disibukkan dengan hanya membaca buku panduannya. dan (dengan sedikit malu) saya harus mengakui juga kalau sampai tulisan ini dibuat saya belum juga sepenuhnya mengerti dengan semua fitur di kamera ini. Tapi harus diakui, jika diset ke pengaturan auto. semua foto anda pasti akan terlihat bagus. Bahkan dalam situasi minim cahaya pun. dengan tanpa Flash kamera ini bisa menghasilkan gambar yang terang.

Review: SE K850i

Sony Ericsson K850i Andalannya, Kamera 5 Mpix Batasan antara kamera digital dan ponsel kini semakin kecil dengan hadirnya kamera berkekuatan 5 Megapixel pada ponsel kamera terbaru Sony Ericsson K850i. Fitur kamera turut dilengkapi dengan lampu xenon flash dan beberapa fitur lainnya untuk memaksimalkan penggunaan kamera. Tidak hanya itu, selain fungsinya sebagai kamera digital masih banyak fitur terkini yang dibenamkan pada Sony Ericsson K850i. Misalnya, jaringan internet via layanan HSDPA, pemutar musik serta radio FM untuk alternative hiburan di waktu senggang. DESAIN Dilirik sekilas terutama dari bagian belakang, desainnya mirip dengan kamera digital. Untuk ukuran ponsel kamera bentuknya sangat pas. Dimensinya berukuran 102 x 48 x 17 mm. Meski lebih berat dibanding pendahulunya. Namun tidak mengurangi kenyaman saat digunakan. Lensa kamera di bagian belakang dilindungi dengan penutup lensa otomatis, yang akan terbuka saat mode kamera aktif. Tersedia juga penutup kaca un...

Share Pengalaman Transaksi di Lazada

Belanja online sendiri sebenarnya udah bukan pengalaman baru lagi buat aku. Dulu aku pernah membagi pengalaman tentang beli kamera secara online (baca: balada nikon coolpix p310 ) dan sejak saat itu aku sudah berani untuk melakukan pembelian online untuk barang yang nilainya 7 digit, dan alhamdulillah aja sih, ga pernah yang namanya ketipu ataupun juga mengalami keluhan keluhan lain. Ya sambil diliat juga seperti apa penjualnya, kalo kita ragu ragu yang mending ditunda aja dulu hasrat untuk berbelanja onlinenya. Tapi kalo udah ngebet banget juga ya langsung aja pesan. Hehee.. tapi jangan nyalahin aku ya kalo ntar barang yang dibeli ga sesuai ama keinginan atau malah ga dikirim sama sekali. DO IT WITH YOUR OWN RISK. Tapi melalui tulisan ini aku akan mencoba berbagi bagaimana cara berbelanja online yang aman itu.