Skip to main content

Film; hachiko

Hachiko bercerita tentang seekor anjing yang "ditemukan" oleh seorang professor guru musik di stasiun kereta. keduanya memiliki ikatan batin yang sangat kuat. bahkan hatchi, dengan setianya mengantar proffesor yang ingin pergi bekerja setiap hari sampai stasiun, dan kemudian menjemputnya kembali pada pukul 5 sore, saat sang professor pulang.
kegiatan rutin itu berlangsung beberapa tahun, hingga pada suatu waktu, saat sedang mengajar, proffesor itu terkena serangan jantung dan langsung meninggal di tempat.
sementara itu di stasiun, hachi dengan setianya menanti kedatangan sang professor tersebut. ia tak pernah tau kalau professor,majikan sekaligus sahabatnya itu tidak akan pernah pulang lagi. namun ia terus saja menanti.... setiap hari... setiap jam 5 sore, hachi dengan setia duduk di depan stasiun sampai hampir 10 tahun, sampai ia mati.



Cerita hachiko sebenarnya adalah kisah nyata.terjadi di kota Shibuya, Jepang. bahkan di stasiun kereta shibuya, kita akan menemukan patung hatchiko di depan stasiun, tepat dimana ia selalu duduk menunggu tuannya pulang setiap hari

Menurut saya ini film yang sangat bagus untuk ditonton, meski kita sudah tau jalan cerita dan akhirnya seperti apa tapi tetap saja mata kita akan berkaca kaca atau bahkan meneteskan air mata saat menonton film ini. salut buat semua pemain maupun sutradaranya. segalanya ditampilkan begitu natural. film ini damai, tanpa peran antagonis.

dalam skala 1-10 mungkin film ini aku beri nilai 9

Comments

  1. belum nonton, baru baca jalan kisahnya aja gw dah nangis hiks hiks.. gw pencinta binatang terutama anjing.. dari kecil pelihara anjing

    ReplyDelete
  2. rika....: wah, kalau begitu kamu harus nonton film ini. kamu pasti bisa merasakan bagaimana sedihnya filmini. jangan ragu untuk menyiapkan tissue sebelum nonton. hehehe,,,,

    ReplyDelete
  3. Film yg luar biasa. Patut untuk dijadikan contoh.

    ReplyDelete
  4. Yap, bahkan hachi sendiri di Jepang sana dilambangkan sebagai simbol kesetiaanYap, bahkan hachi sendiri di Jepang sana dilambangkan sebagai simbol kesetiaan

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Share Pengalaman Transaksi di Lazada

Belanja online sendiri sebenarnya udah bukan pengalaman baru lagi buat aku. Dulu aku pernah membagi pengalaman tentang beli kamera secara online (baca: balada nikon coolpix p310 ) dan sejak saat itu aku sudah berani untuk melakukan pembelian online untuk barang yang nilainya 7 digit, dan alhamdulillah aja sih, ga pernah yang namanya ketipu ataupun juga mengalami keluhan keluhan lain. Ya sambil diliat juga seperti apa penjualnya, kalo kita ragu ragu yang mending ditunda aja dulu hasrat untuk berbelanja onlinenya. Tapi kalo udah ngebet banget juga ya langsung aja pesan. Hehee.. tapi jangan nyalahin aku ya kalo ntar barang yang dibeli ga sesuai ama keinginan atau malah ga dikirim sama sekali. DO IT WITH YOUR OWN RISK. Tapi melalui tulisan ini aku akan mencoba berbagi bagaimana cara berbelanja online yang aman itu.

Salam 10 Jari dari Bahrain

Sepertinya hampir seluruh rakyat Indonesia sudah mengetahui kalau tadi malam timnas kita mengukir sejarah baru dalam cerita persepakbolaan nasional. Sayangnya kisah yang tertulis bukanlah kisah indah, melainkan kebalikannya. Ya, malam tadi secara memalukan timnas garuda dicukur habis oleh timnas Bahrain 10 gol tanpa balas pada ajang pra piala dunia 2014. Hebatnya, ternyata kekalahan tersebut merupakan kekalahan TERBESAR yang pernah dialami oleh timnas sepanjang sejarah. Sebuah prestasi yang sangat sangat "mengagumkan" ditengah krisisnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja PSSI yang sekarang.

Ayo ke puskesmas!!

Uhuk-uhuk... Udah beberapa hari ini batukku ga sembuh2 juga, padahal udah minum berbagai macam obat yg aku "ambil" d warung.. Merasa terganggu dengan batukku di tengah malam, ibuku memaksa aku untuk pergi berobat ke puskesmas.. Malas sih,, aku paling benci dengan bau obat obatan di puskesmas.. Huek, rasanya tambah sakit kalau mencium bau bau itu,, tapi mengingat kesehatan adalah yang paling utama, jadilah aku berangkat sendiri ke sana.. Hari itu sabtu, entah pukul berapa. banyak sekali pasien yang antri d loket... Rasa malasku timbul lagi. Ingin rasa berbalik kembali ke rumah saja, tapi tanggung ah,, udah jauh2 sampe sini jg. Di depan loket aku bilang saja mau berobat karena batuk, ternyata ibu penjaga loket ini ceriwisnya minta ampun. Aku baru ngomong 1 beliau udah ngejawab 10, aku ingin berobat sbg pasien umum (bayar). Eh, beliau malah memaksa mengisi formulir dan membuatkan kartu anggota supaya berobat gratis.. Yaudahlah, yg penting sembuh. Tp kalau gratis, Alhamduli...