Skip to main content

Posts

Rahasia Tuhan

Seorang ayah dengan Sembilan anak dari seorang istri memiliki cita2 ingin membahagiakan keluarganya. Hal yang wajar dan umum terjadi, sebagaimana keluarga lain yang hamper seluruh harinya habis tersita oleh pekerjaannya. Mereka bersebelas adalah keluarga Inggris yang sederhana. Untuk mewujudkan cita2nya, diperlukan usaha menabung, sedikit demi sedikit dari hari ke bulan. Sang ayah ingin membawa keluarganya berpiknik ke New York. Sebuah jarak yang alangkah jauh dan berbeda kontinen. Kisah nyata ini terjadi sekitar tahun 1911. Pada saat yang sama, perusahaan perkapalan di Inggris sedang membangun sebuah kapal pesiar yang spektakuler. Untuk menjadi calon penumpang kapal pesiar itu, perlu mendaftar setahun sebelumnya. Sang ayah yang berniat membawa keluarganya berlayar jauh itu pun mencatat sebelas nama sebagai calon penumpang. Sejak itu ia menabung dengan semangat membukit, karena tak semua orang mendapatkan kesempatan yang langka itu. Ringkas cerita, kapal pesiar itu pun rampung. Jad...

Devil

Beginilah jadinya kalau orang tampan didandani kayak setan. tetep aja ngga seram

Kisah kakek dan meja

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk ka...

Sedihnya milan kalah.. (T_T)

Sekian lama menanti pertandingan milan vs inter. ternyata hasilnya membuat sesak di dada. milan takluk 4 gol tanpa balas.. sbg milanisti aku turut berduka atas bencana ini. Tp pasti ada pelajaran yg bs diambil dlm sebuah kesalahan. Pelajaran hr ini adalah "jangan suka menunda sesuatu pekerjaan, kadang keterlambatan dlm bertindak bs berakibat sangat fatal" Contohnya kasus gattuso yg ingin segera dgantikan krna cedera. tp pelatih menundanya karena pemain pengganth blm siap. akibatnya, gattuso melakukan pelanggaran yg memaksa wasit mengeluarkan kartu merah. keadaan ini memaksa gattuso hrs keluar lapangan tanpa boleh ada yg menggantikan dan milan hrs bermain dg 10 pemain

Metro Banjar 20-08-09: kesurupan massal terjadi lg d SMKN 3 Bjm. fenomena apa ya ini?

Wah.. Ternyata komentarku dmuat d koran

Gelang Karet Merah

gelang karetTeknik sederhana ini saya pelajari dari Robert G. Allen, milyuner dari New York dan pengarang buku best seller “Road to Wealth”. Allen mengatakan, bahwa dalam setiap tindakan kita, selalu ada pikiran positif dan negatif. Bahkan jika kita berdiam diri pun juga ada kedua pikiran tersebut, misalnya pikiran positif akan berkata “Ayo,kita mulai bekerja”. Sedangkan pikiran negatif berkata “Ah, nanti saja. Sedang enak nih duduk-2nya”. Kedua pikiran ini sama kekuatannya. Jadi terkadang positif yang menang, saat lain negatif yang menang. Lalu, jika memang kekuatannya 50 : 50, bagaimana caranya agar positif bisa lebih dominan ? Jika memang kekuatannya sama, maka harus ada perangsang dari luar yang bisa mencegah, ketika pikiran negatif keluar. Allen menggunakan karet gelang merah di pergelangan tangan kirinya. Setiap saat ada pikiran negatif sekecil apapun yang melintas di pikirannya, dia langsung menjepret tangannya dengan karet gelang tersebut. Sepintas memang tampak lucu. Tapi ...

selamat jalan adikku

Sebagian besar orang memperoleh inspirasi dalam hidup mereka. Mungkin dari percakapan dengan seseorang yang kau hormati atau sebuah pengalaman. Apa pun bentuknya, inspirasi cenderung membuatmu memandang kehidupan dari sudut pandang yang baru. Inspirasiku berasal dari adikku Vicki, seseorang yang baik hati dan penuh perhatian. Ia tidak peduli akan penghargaan atau masuk dalam surat kabar. Yang diinginkannya hanyalah berbagi cinta dengan orang yang dikasihinya, keluarga dan teman-temannya. Pada musim panas sebelum aku mulai kuliah tingkat tiga, aku menerima telepon dari ayahku yang memberitakan bahwa Vicki masuk rumah sakit. Ia pingsan dan bagian kanan tubuhnya lumpuh. Indikasi awal adalah ia menderita stroke. Namun, hasil tes memastikan bahwa penyakitnya lebih serius. Ada sebuah tumor otak ganas yang menyebabkannya lumpuh. Dokter hanya memberinya waktu kurang dari tiga bulan. Aku ingat aku bertanya-tanya, bagaimana mungkin ini terjadi? Sehari sebelumnya Vicki baik-baik saja. Sekaran...